Tanggal 1 Mei 2007, hari pertama
aku menggenakan pakaian yang aku kenakan hinga saat ini. Sebuah keputusan yang
tidak mudah bagiku untuk mengenakan
jilbab. Butuh waktu 2 minggu untuk berfikir dan mengumpulkan keberanian,
meminta ijin ke ibu. Dimana saat itu beliau belum mengenakan jilbab,
Alhamdulillah tanggapan beliau positif dan pesan beliau kepadaku “jangan sampai dibuka lagi ya nduk, harus
tetap istiqomah”. Keinginan mengenakan jilbab timbul ketika SMA kelas 2.
Dalam hati ingin merealisasikannya di kelas
3 SMA, nanggung bentar lagi kan naik kelas. Entah mengapa ada sesuatu yang
mendorong hati untuk segera menutup aurat. Sudah tidak sabar J.
Seragam
itu baru ku ambil di tukang jahit, lalu ku cuci sendiri untuk dipakai esok
hari. Sudah tidak sabar diriku ternyata. Kerudung putih dengan bunga-bunga
biru, menjadi jilbab yang pertama aku gunakan menutup auratku. Seisi kelas
waktu itu kaget bukan main, mau tau kenapa? Yak dalam satu bulan terakhir sudah
3 temanku sekelas yang mengenakan jilbab, dan aku mengikuti jejak mereka. Semua
ini panggilan dari hati J.
Ternyata
mengenakan jilbab ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Cobaan yang
Allah berikan kepadaku diawal aku mengenakan jilbab ini berasal dari keluargaku
sendiri. Ibuku, ketika aku memutuskan mengenakan jilbab, beliau belum
mengenakan pakaian tertutup. Adikku juga demikian. Bisa dipastikan,
keinginan mengenakan jilbab aku dapatkan
dengan sendirinya. Terasa berat sekali mengenakan pakaian tertutup ini diantara
mereka.
Ternyata
tidak sampai disini perjuangan mempertahankan jilbab ini. Ayahku belum merestui
aku mengenakan jilbab. Beliau masih berpikiran sempit tentang seorang wanita
yang mengenakan jilbab. Takut susah mencari kerjalah, takut ditolak
dimana-manalah, intinya wanita yang memakai jilbab tidak bisa berkarir dan
berpresentasi diluar. Aku tak sanggup memberi pengertian kepada beliau, ayahku
orang keras kepala dan selalu menganggap pendapatnya benar. Hanya melalui ibu
satu-satunya harapanku di waktu itu.
Suatu
hari keistiqomahanku diuji oleh Allah. Sudah menjadi kebiasaan dan keharusan
ketika ada tamu yang berkunjung ke rumah, aku mengenakan jilbab. Di saat itu
saudara jauh dari ayah datang dan kebetulan menginap di rumah, Ketika bertemu
dan keluar kamar sudah tentu ku kenakan jilbab. Melihat aku mengenakan jilbab,
ayah marah dan tidak suka melihatku mengenakan jilbab. Rasanya sakit sekali
beliau mengatakan itu.
Berusaha
menahan sakit hati, sayangnya air mata tak terbendung lagi. Awalnya tidak mau
ibuku tahu masalah ini, namun beliau akhirnya mengetahui dan berusaha
menenangkan diriku. Beliau tidak memarahiku dan tidak menyalahkan keputusan
yang aku ambil. Beliau yang selalu membesarkan hatiku saat itu, berusaha
membantu untuk memahamkan apa yang aku lakukan itu ada dasarnya.
Jilbab ini tetap kupertahankan
dengan segala kemampuan yang aku punya. Prinsip yang aku pegang, ketika aku
berjalan di jalan Allah, semua urusanku akan dimudahkan oleh-Nya karena semua
ini milik Allah J.
Semua
berubah ketika aku mengenakan jilbab. Hati lebih tenang dan semua aku serahkan
kepada Allah atas segala usaha yang aku buat dan aku usahakan. Sebelum
mengenakan jilbab, aku sering naik pitam dan pakaianpun ya seperti anak muda
yang lainnya. Sering was-was ketika berjalan sendirian dalam perjalanan pulang.
Wanita mengenakan jilbab itu anggun, apalagi jilbab itu didampingi dengan
menggunakan rok. Subhanallah, sungguh anggun dan tampak mulia. Rok versus
celana, aku akui sungguh tidak mudah untuk memenangkan rok disetiap saat.
Keteguhan dan keinginan yang kuat untuk menjalani semua itu.
Ketika
keinginanmu mengenakan jilbab dari hati telah timbul, jangan ragu untuk segera
mengenakannya. Allah bisa dengan mudahnya akan membolak-balikkan hatimu. Tanpa
kau sadari semangat dan niat yang mengebu-gebu itu akan sirna dengan cepat.
Jilbab
ini akan membuatmu lebih dekat dengan
Allah. Yakinlah ketika kita menaati perintah-Nya, Allah akan memudahkan segala
urusan kita. Karena semua rezeki itu datangnya dari Allah. Hingga saat ini masi
bisa kupertahankan keputusanku 4 tahun yang lalu, semoga tetap istiqomah sampai
kapanpun..aminn ya Allah J