Monday, January 16, 2012

Keputusan Terindah :)



Tanggal 1 Mei 2007, hari pertama aku menggenakan pakaian yang aku kenakan hinga saat ini. Sebuah keputusan yang tidak mudah bagiku untuk  mengenakan jilbab. Butuh waktu 2 minggu untuk berfikir dan mengumpulkan keberanian, meminta ijin ke ibu. Dimana saat itu beliau belum mengenakan jilbab, Alhamdulillah tanggapan beliau positif dan pesan beliau kepadaku “jangan sampai dibuka lagi ya nduk, harus tetap istiqomah”. Keinginan mengenakan jilbab timbul ketika SMA kelas 2. Dalam hati ingin merealisasikannya  di kelas 3 SMA, nanggung bentar lagi kan naik kelas. Entah mengapa ada sesuatu yang mendorong hati untuk segera menutup aurat. Sudah tidak sabar J.
          Seragam itu baru ku ambil di tukang jahit, lalu ku cuci sendiri untuk dipakai esok hari. Sudah tidak sabar diriku ternyata. Kerudung putih dengan bunga-bunga biru, menjadi jilbab yang pertama aku gunakan menutup auratku. Seisi kelas waktu itu kaget bukan main, mau tau kenapa? Yak dalam satu bulan terakhir sudah 3 temanku sekelas yang mengenakan jilbab, dan aku mengikuti jejak mereka. Semua ini panggilan dari hati J.
          Ternyata mengenakan jilbab ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Cobaan yang Allah berikan kepadaku diawal aku mengenakan jilbab ini berasal dari keluargaku sendiri. Ibuku, ketika aku memutuskan mengenakan jilbab, beliau belum mengenakan pakaian tertutup. Adikku juga demikian. Bisa dipastikan, keinginan  mengenakan jilbab aku dapatkan dengan sendirinya. Terasa berat sekali mengenakan pakaian tertutup ini diantara mereka.
          Ternyata tidak sampai disini perjuangan mempertahankan jilbab ini. Ayahku belum merestui aku mengenakan jilbab. Beliau masih berpikiran sempit tentang seorang wanita yang mengenakan jilbab. Takut susah mencari kerjalah, takut ditolak dimana-manalah, intinya wanita yang memakai jilbab tidak bisa berkarir dan berpresentasi diluar. Aku tak sanggup memberi pengertian kepada beliau, ayahku orang keras kepala dan selalu menganggap pendapatnya benar. Hanya melalui ibu satu-satunya harapanku di waktu itu.
          Suatu hari keistiqomahanku diuji oleh Allah. Sudah menjadi kebiasaan dan keharusan ketika ada tamu yang berkunjung ke rumah, aku mengenakan jilbab. Di saat itu saudara jauh dari ayah datang dan kebetulan menginap di rumah, Ketika bertemu dan keluar kamar sudah tentu ku kenakan jilbab. Melihat aku mengenakan jilbab, ayah marah dan tidak suka melihatku mengenakan jilbab. Rasanya sakit sekali beliau mengatakan itu.
          Berusaha menahan sakit hati, sayangnya air mata tak terbendung lagi. Awalnya tidak mau ibuku tahu masalah ini, namun beliau akhirnya mengetahui dan berusaha menenangkan diriku. Beliau tidak memarahiku dan tidak menyalahkan keputusan yang aku ambil. Beliau yang selalu membesarkan hatiku saat itu, berusaha membantu untuk memahamkan apa yang aku lakukan itu ada dasarnya.
Jilbab ini tetap kupertahankan dengan segala kemampuan yang aku punya. Prinsip yang aku pegang, ketika aku berjalan di jalan Allah, semua urusanku akan dimudahkan oleh-Nya karena semua ini milik Allah J.
          Semua berubah ketika aku mengenakan jilbab. Hati lebih tenang dan semua aku serahkan kepada Allah atas segala usaha yang aku buat dan aku usahakan. Sebelum mengenakan jilbab, aku sering naik pitam dan pakaianpun ya seperti anak muda yang lainnya. Sering was-was ketika berjalan sendirian dalam perjalanan pulang. Wanita mengenakan jilbab itu anggun, apalagi jilbab itu didampingi dengan menggunakan rok. Subhanallah, sungguh anggun dan tampak mulia. Rok versus celana, aku akui sungguh tidak mudah untuk memenangkan rok disetiap saat. Keteguhan dan keinginan yang kuat untuk menjalani semua itu.
          Ketika keinginanmu mengenakan jilbab dari hati telah timbul, jangan ragu untuk segera mengenakannya. Allah bisa dengan mudahnya akan membolak-balikkan hatimu. Tanpa kau sadari semangat dan niat yang mengebu-gebu itu akan sirna dengan cepat.
          Jilbab ini akan membuatmu lebih  dekat dengan Allah. Yakinlah ketika kita menaati perintah-Nya, Allah akan memudahkan segala urusan kita. Karena semua rezeki itu datangnya dari Allah. Hingga saat ini masi bisa kupertahankan keputusanku 4 tahun yang lalu, semoga tetap istiqomah sampai kapanpun..aminn ya Allah J

Friday, January 13, 2012

if i were u :)

jika aku jadi engkau aku tak berfikir seperti ini,
aku berusaha menutup mata,hati, dan telinga dari semuanya...
mencoba memahamkan apa yang ada dipikiranku itu benar,
mencoba mensuggestikan semua ke dalam diri,
tanpa melihat kiri kanan,
terus dan terus mencoba...
sampai sekarang...
namun apa hasilnya?
NOTHING!

mencoba menyesal, dan marah pada diri sendiri
ah apa gunanya coba???
pikiran-pikiran itu mulai menari-nari di atas kepala,
geleng-geleng melihat sekeliling yang hanya bisa dipandang...
salahkan aku punya pemikiran yang berbeda dengan mereka?
aku miris melihat mereka berlaku seenaknya sendiri
cobalah melihat segalanya tidak dari sisimu,
sulit memang...bahkan ini sekedar teori belaka...

sabar...
yakinlah semua ini akan membuatku lebih kuat dan kuat,
tekanan ini akan membuatku lebih dan berhasil
semoga!

bisa jadi ini tahun terakhir aku di jurusan ini,
semester depan...
sebuah harapanku dan orang tuaku ada disana...
berat!
pundak ini terasa berat!
dengan adanya dia yang Kau beri saat ini, aku mencoba kuat...
kuat untuk membuktikan aku bisa :')
semangat!
beda bukan suatu yang aneh! beda memberikan suatu energi yang positif  dan menyebarkan untuk semua :')

aku ingin beda diantara yang lain...^_^