Tuesday, February 12, 2013

Hardest Journey


Ijasah dan transkrip selama kuliah empat tahun di kampus perjuangan telah diperoleh. Sebuah perjuangan yang tidak mudah bagi saya, seorang minoritas dikampus teknik yang dikelilingi oleh kaum adam yang mendominasi *sedikit lebai*. Alhamdulillahhh predikat tambahan juga didapat J *sensor*.
Habis lulus mau ngapain? Nikah? Ah kerja dulu? Apa nglanjutin  S2? Pertanyaan itu yang selalu menghantui  ketika selesai pendidikan Strata 1. Sedikit senstif sih tapi wajarlah masyarakat dan keluarga menanyakan hal tesebut, tapi ya jangan sering2 juga sih sedikit risih hehehehe..

Oke,saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan hidup saya ketika menjadi seorang jobseeker. Berbekal ijazah,transkrip,dan lamaran lengkap melangkah pasti ke jobfair yang kala itu diadakan oleh ITS, dikenal dengan BKI (Bursa Kerja ITS) yang ke-…(nah saya  lupa yg ke berapa) hehehe. Di hari pertama cukup banyak lamaran yang saya masukan, yang bukan jurusan saya pun saya babat habis. Begitu pula dihari kedua. Perusahaan astra menjadi incaran, namun sayang lagi-lagi karena masalah “gender”. Rata-rata perusahaan lebih mengutamakan “laki-laki” ketimbang “perempuan” dalam posisi yang membutuhkan anak teknik elektro. Perasaan down,bingung, dan kecewa menyelimuti sepanjang jalan menuju kosan. Yah hanya bisa berpikir positif, mungkin belum yang terbaik. Semakin lama,sms dan telpon yang tak  dikenal datang,Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah. Panggilan itu mulai dari AHM, Paragon Wardah, ADM, Yokogawa, DSME, AI, KPC. Dari sekian banyak panggilan itu tak satupun yang nyangkut, belum rezeki mungkin. Lagi-lagi saya harus membesarkan hati saya untuk tetap berjuang dan bertahan hingga dapat yang terbaik dari Allah.

Jobfair ITB dan UGM menjadi tempat rantau  pada bulan Oktober, berbekal tekad,doa, dan restu dari orang tua saya dan teman-teman se-jurusan berangkat ke Bandung untuk meramaikan Jobfair ITB. Sekitar seminggu mengadu nasib di kota kembang, tak banyak membuahkan hasil namun jika kita tidak mencoba dan mengejar rezeki kita, dia takkan turun dari langit J. Jeda seminggu Jobfair ITB berlalu, jobfair UGM diadakan lebih dikenal dengan Careers Days, saya dan teman-temanpun ikut meramaikan. Berkas pun disebar di stan perusahaan yang sekiranya memadai. Kali ini saya harus berbesar hati, dari sekian banyak lamaran yang saya ajukan tak satupun mendapat panggilan. Sabar dan sabar lagi. Seminggu berada di Jogjakarta cukup berat karena harapan besar itu telah hilang. Pulang menjadi keputusan yang tepat saat itu. Jobfair Unair menjadi usaha yang terakhir setelah sekitar dua minggu mengadu nasib dikota orang mencari “jodoh terbaik” untuk masa depan. Usaha saya tidak terhenti pada jobfair masih ada SAC yang menjadi tempat mengadu selanjutnya.

Disela-sela saya berjuang, orang yang saya sayangi dan selalu menemani saya hampir dua tahun ini mendapatkan jodoh pekerjaannya duluan. Jujur firasat ini dia akan mendapatkan duluan sudah ada, terlebih tes dan interview yang dia lalui selalu lancar, mulus kayak jalan tol. Sedih,senang,dan bingung campur jadi satu. Sedih karena cepat atau lambat LDR akan dijalani, senang karena dia sudah mendapatkan tempat menitih karir demi masa depan, bingung..yaa saya masih harus berjuang disini sendiri L Hidup saya harus tetap berlanjut, tekad dalam hati. Dan saya akan menyusul dia, tapi bukan di Jakarta tapi dikota yang lebih nyaman dan terbaik dari Allah. Allah membuktikannnya disini…

Usaha terus dilakukan sampai dari menunggu panggilan dari SGC ( Sugar Grup Company) yang tinggal selangkah lagi tak kunjung hadir hingga blog ini ditulis, sampai Allah memberi jalan yang lain…di siang hari telpon berdering dari nomer tak dikenal 022…*nomer bandung* ternyata dari PT Dirgantara Indonesia.  Antara kaget dan senang, ternyata yang dinanti-nanti datang juga. Tak pikir panjang, minggu berangkat ke Bandung seorang diri. Berbekal doa dan semangat dari orang-orang tersayang. Dalam perjalanan kali ini, seakan-akan Allah memudahkan segala urusan,dari mendapatkan kosan yang murah disekitar Tubagus dan interview yang bisa dikatakan sangat lancar. Alhamdulillah lanjut hingga psikotes dan medical check up..

Dan perjalanan saya terhenti disini,saya memutuskan untuk mengambil rezeki ini dan mementukan bahwa semoga ini jodoh saya. Meninggalkan kota Surabaya yang sudah memberi cinta dan cita selama empat tahun. Di kota ini saya menemukan orang yang begitu istimewa di hati. Begitu banyak pengalaman dan kenangan yang tak bisa dilupakan. Mungkin kota ini akan berubah tapi kenangan di dalamnya masih melekat jelas di otak dan di hati. Meninggalkan sahabat-sahabatku, hanya mampu berpamitan melalui sms atau bertemu langsung.


Bandung menjadi kota perantauan selanjutnya, semoga keputusan ini tepat dan terbaik baik saya. Saya ada ditempat ini berkat doa dan restu orang-orang yang menyayangi saya, jadi mengapa saya tolak rezeki ini Saat ini saya menjalani diklat 6 bulan dan OJT. Hari-hari baru, tantangan baru dan teman-teman baru :) 
Mau tau apa saja yang saya dapat di pabrik pesawat ini, mau tau apa yang sebenarnya terjadi pada IPTN pada tahun 1998. Nantikan coretan saya selanjutnyaa...:)



                                                                                                                        Bandung, 12 Februari 2013   

No comments: